Salam Mantap,
Sahabat SM yang luar biasa,
2 tahun yang lalu ketika saya masih bekerja sebagai manager HRD disebuah perusahaan klining servis, saya dihadapkan kepada pilihan pilihan yang sulit dalam mengerahkan dan mengarahkan karyawan saya .
Karyawan klining servis yang saya hadapi kebanyakan adalah sumber daya manusia yang berpendidikan tidak lebih dari SMP kebawah dengan sedikit yang berpendidikan SMU.
Awal awal saya melakoni profesi tersebut saya temukan banyak sekali hambatan hambatan yang berat , terutama dalam mengingatkan dan menterapi dalam rangka merubah prilaku mereka ( Change behavior ), ada yang menghadapi saya dengan ya ya tapi tidak dikerjakan, ada yang menghadapi saya secara frontal dan berlaku kaku, wah. . . pokoke angel temen ( Susah sekali ).
Didalam perjalanan waktu setiap kesulitan yang saya terima membuat saya semakin kuat dan mulai menemukan beberapa titik terang setelah 100.000 cara yang saya terapkan kepada mereka gagal semuanya.
Awalnya saya sudah memutuskan mundur dari pekerjaan saya itu ( yang akhirnya menjadi pekerjaan yang paling menarik dan saya geluti sampai saat ini, bisnis pembentukan mentalitas manusia )namun disela sela keputus asaan saya saya mulai berbicara dengan hati saya , " masa saya tidak bisa untuk menguasai mereka, mereka yang tidak dapat di didik atau cara saya yang tidak tepat "
lalu saya mendengar kata hati saya berkata " yah .. . kalau kamu tetap kekeh untuk menguasai mereka , sampai kamu bekerja 1000 tahun lagi juga tidak akan bisa "
" Lalu saya harus bagaimana ? "
" Salim. . . , coba pikirkan dngan baik , apakah kamu bisa menguasai manusia yang memiliki kehendak sendiri dan memiliki laar belakang yang berbeda ? yang kamu harus lakukan adalah cukup dua hal yaitu MEMPERHATIKAN & MENGHORMATI mereka, selesai. . . . . , seorang pemimpin belum dapat dikatakan memimpin apabila dia hanya bisa membuat yang dipimpinnya takut, dan mengikuti apa saja katanya, tapi lebih dari itu , seorang pemimpin yang besar adalah pemimpin yang sanggup menyelami diri setiap orang yang dipimpinnya, yang membuat setiap orang yang dipimpinnya tidak akan merasa bahwa dia adalah budak ataupun pekerja dari pekerjaannya tapi dia merupakan bagian dari organisasi tersebut dan kamu adalah bagian daripada dirinya."
Sahabat SM, . . . .
Dari hasil pembicaraan tersebut saya baru menyadari bahwa saya selama ini cukup bersalah pula terhadap orang orang yang saya pimpin, prinsip yang paling kuat adalah bahwa setiap manusia pasti punya hati, dan akan mengerti apabila hatinya yang kita sentuh dan kita ajak bicara, bukan dengan kekuasaan yang kita miliki lantas kita berfikir bahwa kita sudah memiliki segalanya tapi , dengan kasih sayang yang penuh pengayoman kita akan menjadi raja tanpa mahkota.
Dua kunci membuka hati manusia PERHATIKAN & HORMATI
Salam Mantap
